Pengajuan Visa Belanda untuk WNI: Ini Dia Persyaratannya Jangan Sampai Keliru

Pengajuan Visa Belanda untuk WNI: Ini Dia Persyaratannya Jangan Sampai Keliru

Photo by Callum Parker on Unsplash

Belanda masih menjadi salah satu negara tujuan favorit warga Indonesia di Schengen, baik untuk berwisata, mengunjungi keluarga/teman, bisnis bahkan melanjutkan studi, atau sekedar transit untuk destinasi utama, dan tentu saja, karena pengajuan visa yang tergolong mudah, eits tapi jangan salah, belum tentu Visa kamu otomatis approve kalau berkas-berkasmu masih ada yang keliru.

Artikel ini akan membedah bagaimana mengajukan Visa Belanda hingga approve, karena kekeliruan yang paling sering terjadi bukan pada aturan besar Schengen, melainkan pada detail dokumen

Pastikan negara tujuanmu Belanda

Jika kamu mengajukan visa ke negara Schengen yang bukan merupakan tujuan utama perjalanan kamu, aplikasi visa Schengen kamu bisa ditolak. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih negara yang benar-benar menjadi destinasi utama perjalananmu.

Apalagi kalau kamu kepikiran Belanda, karena Schipol adalah bandara hub yang menghubungkan penerbangan masuk ke Eropa. Maka dari itu, banyak orang yang salah kaprah dan menjadikan Belanda sebagai negara tujuan pembuatan visa, padahal hanya untuk transit beberapa saat.

Yang digunakan untuk menentukan tujuan bukanlah negara pertama kamu menginjakkan kaki, tapi negara mana yang paling lama kamu kunjungi, atau jika semua negara memiliki rentang waktu yang sama barulah negara pertama yang dikunjungi menjadi tujuan pengajuan visa.

Dan Jika kamu tidak bisa membuktikan bahwa negara tersebut memang tujuan utama, pihak kedutaan bisa mencurigai adanya potensi ‘visa shopping’. ‘Visa shopping’ sendiri adalah praktik mengajukan permohonan visa Schengen ke negara yang dianggap lebih mudah memberikan persetujuan, meskipun negara tersebut bukan tujuan utama perjalanan.

Paspor, Penting tapi disepelekan

Ini yang mungkin kamu lewatkan, syarat dasar yang berlaku untuk semuanya paspor masih berlaku minimal enam bulan dihitung dari tanggal rencana pulang, bukan dari tanggal berangkat atau tanggal pengajuan. Kesalahan hitung ini sepele tapi sering, terutama kalau kamu memperpanjang rencana perjalanan di menit terakhir.

Yang lebih sering terlewat pada pemohon rute Eropa adalah halaman kosong. Perjalanan lintas beberapa negara berarti kemungkinan lebih banyak jejak di paspor, sementara stiker visa sendiri butuh halaman utuh. Kalau paspormu sudah padat, memperpanjang lebih dulu jauh lebih tenang daripada berharap masih cukup.

Perhatikan juga konsistensi ejaan nama antara paspor, rekening bank, surat kerja, dan bukti pemesanan. Perbedaan yang lebih jauh daripada sekadar singkatan sebaiknya kamu jelaskan sendiri lewat surat pengantar.

Konsistensi dokumen

Salah satu alasan utama visa Schengen ditolak adalah karena dokumen yang tidak lengkap atau salah. Kedutaan besar atau konsulat memiliki daftar dokumen yang sangat spesifik yang harus disertakan dalam aplikasi visa. Jika salah satu dokumen tidak lengkap atau salah, aplikasi kamu bisa langsung ditolak.

1. Formulir dan foto, Keteletian adalah kunci

Formulir visa Schengen selalu sama antar negara, jadi yang perlu diperhatikan adalah keteletian. Jangan pernah untuk mencoba mengisi secara asal, terutama pada kolom alamat kamu tinggal, tanggal kamu masuk dan keluar wilayah Schengen dan negara tujuanmu. Semuanya harus dipastikan cocok dengan itinerary dan bukti pemesanan hotel yang kamu lampirkan, sekali ada ketidak cocokan akan menunjukan bahwa perjalananmu tidak direncanakan dengan baik dan dapat menurunkan approval aplikasi visamu.

Pasfoto, selalu sesuaikan dengan ketentuan biometrik yang berlaku. Dengan ketentuan:

  • foto ukuran 35 x 45 mm (3,5 x 4,5 cm)
  • Foto berlatar putih
  • Wajah memenuhi 70-80% foto
  • Tidak menggunakan aksesoris di wajah (kecuali atribut keagamaan)
  • Diambil dalam kurun waktu 6 bulan terakhir

Pastikan kamu mencetak foto di tempat yang sudah terbiasa mencetak keperluan visa

2. Bukti Akomodasi, dimana kamu akan tinggal

Kalau kamu menginap di hotel, bukti akomodasi akan mudah, cukup sertakan bukti pemesanan atas nama pemohon untuk seluruh malam sesuai dengan itinerary. Yang menjadi masalah adalah ketika kamu berencana untuk menginap dalam perjalanan malam, jadi kamu harus menjelaskan secara rinci di itinerary dan mencantumkan tiket perjalanan kamu, atau kamu bias tetap membuat pemesanan penginapan yang dapat kamu sertakan.

Atau jika kamu berencana menginap di tempat keluarga, teman atau kenalanmu selama di Belanda, tentu saja bisa tetapi jangan sampai salah, tidak cukup dengan penjelasan singkat di itinerary tapi kamu harus mempersiapkan dokumen tambahan berupa formulir pernyataan penjamin yang disahkan di kantor pemerintah tempat penjamin tinggal. Pejelasan secara rincinya bisa kamu cek di Panduan sponsor visa

3. Berkas keuangan yang mengcover seluruh perjalananmu

Berkas keuangan memang cukup tricky setiap ingin mengajukan permohonan visa. Yang dinilai bukan cuma seberapa besar saldomu, tapi juga flow keuanganmu dalam beberapa bulan terakhir.

Apakah saldo yang kamu siapkan dapat mengcover seluruh rencana perjalanmu selama bepergian, dan apakah sumber keuanganmu wajar?

Jika kamu memiliki rekening dengan flow yang biasa saja, lalu tiba-tiba terisi besar dalam sebelum pengajuan visa tentu akan terlihat sangat mencurigakan daripada saldo sedang dengan flow pemasukan dari gaji misalnya dengan flow yang rutin.

Sertakan dokumen berikut untuk menunjang berkas keuanganmu:

  • Surat dari bank bahwa kamu adalah pemilik dari rekening yang dilampirkan
  • Surat keterangan kerja yang menyebut jabatan, berapa lama kamu berkerja, dan persetujuan cuti dan akan kembali ke Indonesia
  • Jika kamu pemilik usaha, kamu bisa melampirkan surat legalitas usaha dan rekening pribadi yang konsisten
  • Untuk pensiunan dapat melampirkan bahwa dirimu menerima pemasukan pensiun berkala, dan jika tidak, kamu bisa melampirkan surat keterangan pensiun dan menggunakan tabungan pribadi
  • Pelajar dan ibu rumah tangga, lampirkan dokumen sponsor dan sertakan bukti hubungan keluarga.

4. Itinerary, Tiket, dan Asuransi

Jika kamu hanya berencana melakukan perjalanan singkat, kamu bisa membuat itinerary yang simple, tapi jika kamu berencana melakukan perjalanan lintas negara sebisa mungkin kamu harus membuat itinerary yang rinci, kamu harus menampilkan tanggal, kota, transportasi, dan tempat bermalam selama perjalanan

Untuk tiket, lebih baik untuk melampirkan pemesanan tiket pulang dan pergi, bukan tiket yang sudah full dibayar. Membeli tiket yang sudah dibayar penuh sangat beresiko sebelum visa kamu keluar, karena bisa saja visa kamu belum keluar saat hari H.

Asuransi perjalanan dengan pertanggungan medis dan repatriasi minimal EUR 30.000 yang berlaku di seluruh wilayah Schengen adalah syarat umum, sama untuk semua negara Schengen. Yang perlu kamu perhatikan adalah cakupan hari yang tertulis di asuransi dan yang sesuai itinerary, pastikan juga ejaan nama dan paspor kamu sesuai di asuransi.

5. Pastikan Sebelum mengajukan visa

Soal waktu, musim padat pengajuan ke Belanda cenderung menumpuk menjelang libur sekolah pertengahan tahun dan akhir tahun, ditambah gelombang pemohon yang ingin melihat musim bunga. Kalau rencanamu jatuh di rentang itu, mulai mencari jadwal janji temu jauh lebih awal daripada yang kamu kira perlu, karena jadwal biasanya habis lebih dulu daripada berkasmu selesai.

Berkas yang lengkap tetapi saling bertentangan lebih merepotkan daripada berkas sederhana yang semua bagiannya bercerita sama.

  1. Pastikan Belanda memang tujuan utamamu berdasarkan jumlah malam menginap, bukan berdasarkan bandara kedatangan.
  2. Hitung ulang masa berlaku paspor dari tanggal rencana pulang dan cek sisa halaman kosong.
  3. Samakan alamat, tanggal, dan nama di formulir, itinerary, bukti akomodasi, tiket, dan polis asuransi.
  4. Kalau menginap di rumah kerabat, pastikan dokumen penjaminannya sudah disahkan dan aslinya sudah sampai.
  5. Siapkan penjelasan singkat untuk hal yang tidak biasa di rekeningmu, jangan biarkan angka bicara sendiri.
  6. Perhatikan juga konsistensi ejaan nama antara paspor, rekening bank, surat kerja, dan bukti pemesanan.

Kekeliruan yang paling sering terjadi bukanlah pada aturan besar Schengen, melainkan pada detail dan konsistensi dokumen. Jika Anda membutuhkan bantuan profesional dalam penyiapan dokumen yang presisi, Anda dapat memanfaatkan layanan dari Entrytour atau berkonsultasi mengenai perjalanan internasional melalui Entrybuana.

Similar Posts